Kamis, 04 Juni 2009

just 1




satu bukan untuk yang kedua.
satu Cinta hanya kepada Sang Maha Penuh Kasih Sayang.
satu kasih hanya untuk sang pendidik kita di waktu kecil.
suatu yang kecil bukan berarti selalu mengalah.
kekalahan hanyalah pendorong menuju kesuksesan.

teman tak hanya satu namun kebersamaan hanya ada satu.
satu hati, satu juwa dan sepenagnggungan.
teman tak selamanya sahabat
namun sahabat adalah saudara yang paling dekat dengan pengertian.


Rabu, 03 Juni 2009

cinta kasih


Setiap kaula muda memang terlalu mudah terancam oleh hal negative, dan pastinya hal-hal tersebut tidak terlalu berpengaruh besar pada kahidupannya dimasa-masa mendatang, bahkan sebagian besar dapat merusak tatanan kehidupan seorang insan muda. Pengaruh paling mudah yang tiap kali dihadapi bermula dari sebuah pergaulan yang menjurus pada tali pertemanan, sebelum akhirnya mengikat lentera persahabatan.

Sebuah harapan jika sesama saudara muslim bersatu hati mengikat tali persahabatan. Menghubungkan kembali tali persaudaraan, saling bersatu padu dan berjuang demi agama. Melupakan segala persengketaan dengan mengamalkan hidup sehat supaya selamat dunia kahirat. Kobarkan semangat juang demi orang-orang terkasih. Tegakkan syari’at Islam menuju jalan terang benderang agar generasi kita di masa harapan bengga dengan apa yang kita wariskan. Cinta kasih dalam keluarga Islam merupakan harta yang amat berharga yang petut kita pertahankan keabadiannya. Semarakkan salam jika kau telah menemukan jejak langkah dari tapak kaki seorang sahabat, karena iman akan tumbuh diantara pertemuan mereka.

Kini jika tlah kau temukan jalanmu meraih keberhasilan, rangkailah tiap pijakan-pijakan yang telah kau lalui itu bersama saudaramu yang telah menuntunmu mendekati keberhasilan. Menyatu dalam cahyaNya dan menemukan kebenaran maka punahkanlah keangkuhan diri. Sadarilah dalam ketulusan hati behwa kita disini tidak diciptakan dalam kesendirian. Kita butuh kebersamaan dan kebersamaah butuh keikhlasan yang tulus dari hati.

Bersyukur kini padaMua ya Illahi tlah Kau tunjukan persatuan suci dlam kemurnian kasihMu maka Kekalkanlah kasih sayang kami. Teman bersama-sama kita semaikan persahabatan ini, dengan keimanan teruskan perjuangan, pengorbana dan kesetiaan. Kumonkan sokongan, pengorbanan dan pengertian darimu ya shokhiib. Semoga persahabatan kita terus tetap abadi. Ku mencari-cari teman yang sejati buat menemani perjuangan suci.

Semoga biji yang kita tanam bersama di tiap ilmu yang tengah tumbuh, merekahkan bunga dengan tangkainya kuat menopang dahan, dedaunan rimbun yang melindungi kita dari kekuatan yang menghancurkan. Dengan akarnya kita berpijak dan batangnya kita bersandar.

Jumat, 01 Mei 2009

Selasa, 28 April 2009

saksikan!!!


Kepada ukhty Nadia

Pohon tempatku bersandar dan pena alat menuliskan perjalanan waktu pada kertas beralaskan biru.

Merenungkan nasib yang tak kan pernah terbalaskan. Kini disaat pencapaian hampir tiba, hidupku makin sengsara. Tak pernah ku merasakan bahagia, ataupun canda tawa. Mungkin beginilah garis kehidupan yang penuh lika-liku pengorbanan. Hatiku makin hancur tatkala tiada seorang pun menemaniku disini, dimanakah mereka berada?

Dalam gelap dan kebutaan arah ku berharap kalian muncul untuk membawakanku sebuah lilin dengan cahaya semangat disetiap kobaran apinya yang hangat. Disaat aku terpuruk di ujung jalan dan terperosok pada dalamnya jurang penuh duri, aku membutuhkan uluran tangan kalian. Disaat hari pemusnahan telah tiba ku meminta agar kalian berada lebih dahulu dari pada diriku. Biarlah jiwa ini tertinggal asal engkau selamat. Biarlah aku menerima beban yang ada di pundakmu. Tinggalkan aku jikalau memang hidup ini membelenggu diriku.

Terimakasih kalian telah ada di sampingku walaupun diriku tak pernah sadar, namun hatiku selalu rindu pada jiwamu. Saat ini ingin rasanya mata ini memandang guratan wajahmu yang ceria membawa bahagia. Ingin rasanya tubuh ini memeluk erat jiwamu dan tak kan kulepas walau dideranya tubuhku. Ingin tanganku ini berjabat dengan ikhlas walaupun berlinang darah hangat. Inginnya telinga ini mendengar ucapan-ucapan kalian nan sejuk merasuk dalam lubuk hatiku.

Senin, 27 April 2009

satukan tujuan!!!

Ketika itu sore telah menjelang. Kami duduk di penggir sebuah sungai yang airnya mengalir dengan tenang, hamparan rumput hijau sepanjang dinding sungainya. Ditemani dengan hembusan angin segar dari arah persawahan, kemudian jajaran pohon turi dengan bunga putihnya yang elok mengundang sang kumbang untuk datang. Di atas pohon-pohon bambu yang terletak tepat di hadapan kami, di seberang sungai ini, terdengar burung-burung gagak berbulu hitam bersuara memecahkan keheningan sore. Matahari dengan sinarnya semakin meredup tatkala pembicaraan telah dimulai. Sinarnya merah menyala mengobarkan perbincangan kami. Canda tawa memenuhi hati kami yang ceria, kami senang karena kami tengah bersama mengarungi hari-hari ini dengan selalu mengingat akan kekuasaan Allah Sang Khaliq. Berkali-kali mulut kami mengucap tasbih “subhanallah” tatkala kami tengah membanggakan ciptaan-cptaanNya. Katika semakin jauh kami masuk menelusuri kenyataan kekuasaan Allah. Hati pun terasadar bahwa kami bukanlah mekhluk besar di bumi ini. Karena bumi pun tidak lebih besar dari matahari. Matahari pun tak lebih besar daripada luasnya galaksi bimasakti. Galaksi ini pun bagai debu diantara luasnya alam semesta. Namun alam seluas apapun tak akan pernah mengalahkan luasnya kekuasaan Allah yang Maha Besar. Detak jantung semakin menggebu karena panggilan kami menghadap kepadanya telah tiba. Ayo Sholat, wahai shobat! Jangan terlambat!